subprime mortgage, capital inflow dan harga cabe…!!!
konon, menurut riset para ahli ekonomi level dunia, dunia sekarang sedang mengalami gejolak keuangan, mereka mengkhawatirkan instabilitas ekonomi yang berdampak global…subprime mortgage, capital inflow, dan melambungnya harga minya dunia adalah tiga faktor yang disebut-sebut menjadi penyebab utama instabilitas tersebut…
terus terang saia tak ngerti bagaimana harus mengartikan ketiga istilah tersebut…selain bahasanya yang terlalu tinggi, juga karena moyang saia sebelumya ndak tau apa itu…
..yang jelas ketiga istilah itu bukanlah snack, karena kita tentunya lebih familiar dengan ombus-ombus, lappet, ataupun kembang loyang, sebagai snack yang lebih merakyat dan tentunya meriah di lidah..
baiklah, mari kita coba urai satu-satu…..subprime mortgage adalah kredit perumahan di AS yang ternyata macet, dan dikhawatirkan berdampak global pada perkembangan ekonomi dunia, begitulah istilah sederhananya, macetnya kredit ini mengakibatkan sentimen negatif pasar/investor yang berakibat pada stagnansi ekonomi….
untuk capital inflow…. secara sederhana bisa dimengerti sebagai istilah untuk menggambarkan membanjirnya dana investasi/arus modal yang masuk ke dalam pasar domestik, dalam hal ini Indonesia, masalahnya, membanjirnya dana asing tersebut tidak diimbangi dengan kemampuan penyerapan yang sepadan, sehingga dikhawatirkan bisa mengganggu stabilitas ekonomi negara ini…wuihhhh, apa maksudnya ini…??? 
nah, untuk istilah yang ketiga sepertinya lebih familiar untuk kita artikan, fluktuasi harga minyak dunia akhir-akhir ini, mendapat perhatian serius seluruh negara didunia, karena dengan sendirinya lonjakan harga minyak dunia akan berdampak langsung pada ‘ kesehatan finansial sebuah negara…contoh mudahnya, negara kita sekarang sedang menanggung beban subsidi yang luar biasa maha dahsyatnya akibat lonjakan harga minya dunia…………
sebenarnya, maksud saia mengurai ketiga hal diatas bukanlah untuk menghadirkan sebuah anthithesis yang mungkin paradoks, sebenarnya, saia juga tak begitu paham tentang apa sebenarnya ketiga hal itu..tapi, saia hanya berharap, merah-putih tetap bisa tegar menghadapai semua ini, saia tak ingin fase 97-98 terulang kembali….kita sekarang sedang mencoba berdiri kembali setelah lama jatuh…!!!!
selanjutnya, apapun terminologi yang bisa kita artikan dari ketiga istilah diatas jelas-jelas berpengaruh pada sendi kehidupan grass-root, yang jelas, mamak-mamak cuma pengen harga cabe stabil, uang sekolah gak naek, harga minya jelanta stabil, kelotok, beras, genjer bisa didapat dengan mudah..!! itu saja..!!!
tuhan, save us…!!!!!! merah putih selamanya..!!! satu indonesia satu…!!!

-superunknown-
